Deskripsi Iklan
SAYA ATAS NAMA ANDRI NUSANTARA SELAKU ADMIN MENGUCAPKAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA PADA BLOG INI

Rabu, 09 Juni 2010

Tempat Wisata Di Singapore

Patung Singa (Merlion)

 Sejarah Patung Singa (Merlion)

   Merlion pertama kali dirancang sebagai lambang Singapore Tourist Promotion Board (STPB) di tahun 1964 – dan sang kepala singa dengan badan ikan di atas puncak ombak ini segera menjadi ikon Singapura bagi dunia.

   Dirancang oleh Mr. Fraser Brunner, anggota panitia suvenir dan kurator di Van Kleef Aquarium, kepala singanya melambangkan singa yang terlihat oleh Pangeran Sang Nila Utama saat ia menemukan kembali Singapura di tahun 11 M, seperti yang tercantum dalam “Sejarah Melayu”. Ekor ikan sang Merlion melambangkan kota kuno Temasek (berarti “laut” dalam bahasa Jawa), nama Singapura sebelum sang Pangeran menamakannya “Singapura” (berarti “Kota Singa” dalam bahasa Sansekerta) dan juga melambangkan awal Singapura yang sederhana, yaitu sebagai perkampungan nelayan.

   Berukuran tinggi 8,6 meter dan berbobot 70 ton, patung Merlion ini dibangun dari campuran semen oleh seniman Singapura, almarhum Mr. Lim Nang Seng. Patung Merlion kedua yang lebih kecil, berukuran tinggi dua meter dan berbobot tiga ton, juga dibangun oleh Mr. Lim. Bagian badannya terbuat dari campuran semen, kulitnya dari pelat porselen dan matanya dari cangkir teh kecil berwarna merah.

   Rumahnya yang pertama Merlion dan anaknya, “Cub”, awalnya terletak di muka Singapore River, tepat di seberang Elizabeth Walk, hanya 120 meter dari lokasinya yang sekarang. Area yang juga disebut sebagai Merlion Park ini segera menjadi tempat atraksi wisata yang populer, dan menjadi salah satu tempat-tempat terkenal di kota-kota besar dunia. Perdana Menteri Singapura pada waktu itu, Mr. Lee Kuan Yew, meresmikan upacara pemasangan Merlion ini pada tanggal 15 September 1972. Sebuah prasasti perunggu mengabadikan peristiwa bahagia tersebut dengan tulisan, “Merlion ini didirikan sebagai lambang untuk menyambut semua pengunjung ke Singapura.”

   Saat ini, Merlion menarik lebih dari satu juta pengunjung setahun, yang datang ke Merlion Park untuk mengambil foto ikon terkenal dunia ini di rumahnya yang baru, di samping One Fullerton.

   Lokasi Patung Merlion Rumah Merlion yang baru terletak bersebelahan dengan One Fullerton, sebuah taman seluas 2.500 meter persegi yang baru saja dibangun. Di One Fullerton, terdapat aneka restoran, lounge, dan klub dansa di tepi sungai.

   Area ini juga memiliki sebuah tanjung dengan teras tempat duduk dan sebuah dek untuk menonton yang sanggup menahan sampai 300 orang, serta sebuah tempat pendaratan kapal sehingga pengunjung dapat turun dari taksi kapal. Dek ini memberi panorama sang Merlion yang terbaik bagi para fotografer, dengan latar belakang cakrawala kota dan Marina Bay yang indah, termasuk gedung-gedung landmark seperti The Fullerton Singapore dan Esplanade – Theatres on the Bay.

   Merlion Cub terletak 28 meter di belakang sang Merlion. Dipasang pula sebuah sistem pompa untuk Merlion dan anak Merlion, sehingga dapat menyemburkan air sepanjang hari dan malam.

   Cara ke Sana Anda dapat berjalan di tepi sungai Singapura dari Raffles Place MRT Station, ambil Exit H lalu ikuti petunjuk arah pada peta di bawah ini. Jalur merah sedikit memutar akan tetapi ada banyak pemandangan yang luar biasa disepanjang perjalanan menuju Merlion Park, untuk jalur biru adalah jalur cepat (shortcut) untuk bisa mencapai Merlion Park dengan cepat. Klik di sini Singapura MRT map untuk melihat peta rute MRT.

 
Esplanade - Theatres on the Bay – Singapore 


    Esplanade – Theatres on the Bay adalahsalah satu icon negara Singapura. Letaknya persis bersebelahan dengan Patung Merlion yang berada di Merlion Park. Ini adalah salah satu pusat seni tersibuk di dunia, dibuka resmi pada tanggal 12 Oktober 2002. 

   Di tahun 1992, terpilih sebuah tim yang terdiri dari perusahaan lokal terkenal DP Architects (Singapura) dan Michael Wilford & Partners (Inggris) untuk memulai pekerjaan pembangunan pusat seni tersebut. Untuk mempertahankan keterkaitan antara masa lalu dan masa kini, pusat seni ini akhirnya dinamakan Esplanade – Theatres on the Bay.

   Esplanade bertujuan untuk menjadi pusat seni pertunjukan bagi semua kalangan, dan program-programnya menjangkau ke ragam audiens yang luas. Susunan programnya mencakup segala genre, termasuk musik, tari, teater dan seni visual, dengan fokus khusus pada budaya Asia.

   Saat ini, ikon arsitektur dengan rangka kembarnya yang unik ini berlokasi di dalam distrik pemerintahan Singapura, tepat di tepi Marina Bay di mulut Singapore River. Esplanade terdiri dari dua ruangan besar: sebuah teater dengan 2.000 kursi dan Concert Hall dengan 1.600 kursi, dan dilengkapi dengan dua studio yang lebih kecil, sebuah teater luar ruang serta sebuah mal. Dua kubah yang menjadi lokasi Teater dan Concert Hall dirancang dengan bahan kaca, untuk memberi kesan terbuka. Agar pusat seni tetap dingin di suhu tropis, lebih dari 7.000 keping penahan matahari dari aluminium bersama dengan rangka penutup berlapis glazur ganda dipasang pada rangka penopang baja untuk membentuk penutup yang menjadikan pusat seni ini sebuah ikon arsitektur mempesona, di depan cakrawala kota Singapura. Penutup berbentuk duri itu akhirnya menjadi nama sebutan yang populer berdasarkan buah favorit masyarakat lokal, Durian.



Sentosa Island – Pulau Sentosa


   Sentosa Island berada di pulau yang terpisah dari pulau utama negara Singapura. Pulau ini dekat sekali dengan Batam. Di sinilah pusat segala hiburan berada. Mirip dengan Ancol kalau di Jakarta. Ada banyak sekali atraksi, hiburan, tempat makan dan juga pantai. Pada hari libur, banyak sekali turis dan penduduk lokal yang mengunjungi pantai di pulau ini. Pantainya bersih dan sangat nyaman. Untuk informasi yang lebih lengkap mengenai pulau Sentosa bisa langsung mengunjungi website mereka http://www.sentosa.com.sg/



Orchard Road



   Tempat ini adalah tempat wajib bagi para pelancong yang gemar belanja. Sepanjang jalan Orchard ini terdapat deretan mal yang berlomba-lomba memanggil para wisatawan untuk menghabiskan dollar mereka. Istilahnya “Shop till you drop”. Jika Anda datang saat menjelang Natal, Anda akan mendapati Orchard road ini dihias dengan sangat indah. Lampu-lampu berkelap-kelip di sepanjang jalan, pohon2 pun dihias dengan indah, sepanjang jalan banyak diadakan pertunjukan seperti operet Natal, paduan suara, atraksi kesenian, wah pokoknya melewatkan Natal di Singapura akan membawa suasana yang berbeda. Di trotoar Orchard ini juga biasanya diadakan pameran2, baik itu baju2, pernak-pernik Natal, dan barang-barang lainnya. Harganya cukup murah, dibandingkan di toko-toko pada hari biasa. (Saya sempat membeli pohon Natal kecil lho disana).
   Anda harus rajin melihat ke informasi turis Singapura ( cek di siniatau di sini ), terkadang dinas pariwisata mengadakan acara2 gratis yang menarik, contohnya ada tur bis hippo, yang berupa bis tingkat dengan atap terbuka, mengelilingi jalan Orchard lengkap dengan pemandu wisatanya, gratis… hanya cukup mendaftar dengan menunjukkan paspor ke tempat informasi tersebut (ada di bandara Changi, di Suntec City Mall, dan di beberapa tempat lainnya) atau ada juga jika Anda berbelanja sejumlah tertentu maka Anda akan diantar dengan taxi sampai ke hotel Anda gratis..
Nah untuk berbelanja di Orchard ini ada beberapa hal yang umum dilakukan turis Indonesia:
  1. Belanja kaos Giordano, Hang Ten atau Baleno. Biasanya merk2 ini memberikan diskon, dan harganya cukup murah dibanding di Indonesia.
  2. Belanja oleh2 di Lucky Plaza (ada alternatif di China Town, nanti akan saya bahas dalam postingan berikutnya).
  3. Membeli barang2 bermerek (barang premium) yang sedang di diskon gila2an dalam acara Great Singapore Sale.
  4. Mencicipi es potong Singapore sambil duduk2 beristirahat di pinggir trotoar karena kecapekan belanja :)





 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih atass Kunjungan anda di MawarKuning.com