Deskripsi Iklan
SAYA ATAS NAMA ANDRI NUSANTARA SELAKU ADMIN MENGUCAPKAN TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA PADA BLOG INI

Rabu, 23 Juni 2010

Kawah Ratu – Gunung Tangkuban Parahu

Kawah Ratu

    Bila Anda menyukai petualangan, alangkah tepatnya pilihan berwisata ke Kawah Ratu, yang terletak di Gunung Salak. Anda akan mendapati suatu keindahan alam yang sulit dikatakan. 


   Kawah Ratu adalah salah satu dari berbagai obyek wisata alam yang dimiliki Gunung Salak.  Kawah Ratu yang terletak pada ketinggian 1.338 meter di atas permukaan laut ini memang menawarkan  kesejukan hawa dingin yang menyegarkan.   Suhu yang berkisar antara 10-24 derajat Celcius selalu membuat udara dingin menjadi bagian yang tak terpisahkan dari suasana alamnya. Apalagi bila sore hari maka hujan cukup sering turun. . 

   Di kawasan yang memiliki luas sekitar 30 hektar ini, sebenarnya ada 2 kawah lain selain Kawah Ratu: Kawah Mati I dan Kawah Mati II. Dinamakan demikian karena kedua kawah itu sudah tidak aktif lagi. Kawah-kawah ini memiliki ketinggian yang hampir sama: Kawah Mati I, terletak di utara Kawah Ratu, ketinggiannya sekitar 1.330 meter; sedangkan Kawah Mati II, yang berlokasi di bagian selatan, sekitar 1.335 meter.  

   Terletak di sebelah utara Kota Bogor, keberadaan kawah-kawah ini sudah tak asing lagi bagi warga Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek). Bahkan sejumlah turis dari luar negeri juga tertarik untuk mengunjunginya. Tujuannya beragam, dari sekedar berekreasi menikmati indahnya alam hingga untuk keperluan pengobatan.

   Keindahan Kawah Ratu memang merupakan keindahan yang langka, karena asli merupakan keindahan alam yang luar biasa. 

   Daya tarik Kawah Ratu terletak pada aktivitas geologinya dimana sepanjang hari kepundannya selalu mendidih dan mengeluarkan gas asam sulfida (H2S) dengan baunya yang menyengat. Dan kadangkala, kawah ini mengeluarkan suara gemuruh akibat semburan uap air panas yang membentuk kabut.

   Daya tarik lainnya adalah adanya aliran Sungai Cikuluwung yang melintasi kawah sepanjang satu kilometer ini juga menawarkan pemandangan lain. Air yang begitu bening membuat dasar sungai tampak jelas. Warna kuning kehijauan akibat endapan belerang membuat dasar sungai Cikuluwung begitu indah dinikmati. Tidak saja keindahan sungai ini yang menjadi daya tarik, tetapi suhunya yang hangat. Banyak pengunjung  memilih untuk berendam dalam  air sungai sedalam 50 cm yang mengandung asam sulfida ini, yang  diyakini dapat mengobati berbagai macam penyakit kulit.

   Hulu sungai Cikaluwung terletak di wilayah Gunung Sumbel. Alirannya mengalir hingga sejauh delapan kilometer ke arah barat daya. Curug Seribu, yang menjadi salah satu obyek wisata alam di kawasan Gunung Salak, aliran airnya berasal dari sungai Cikaluwung ini. Lebar sungai ini bervariasi, antara tiga hingga tujuh meter.

   Meskipun Kawah Ratu ini masih aktif, tapi tak mengganggu kehidupan vegetasi tanaman di kawasan itu. Beberapa jenis tumbuhan masih dapat hidup, di antaranya adalah tanaman Romogiling (Sceferra actinophylla). Ujung daunnya berbentuk agak bulat. Vegetasi ini merupakan tanaman yang dominan menghiasi kawah. Sedangkan beberapa pohon berkayu lainnya tampak mati akibat hangus terbakar oleh aktivitas kawah. Dan sebagai bagian dari kawasan hutan alam Gunung Salak, Kawah Ratu pun tergolong sebagai hutan heterogen. Sehingga kesejukan udara alamnya sangat terasa.

Berjalan Kaki Mencapai Kawah Ratu

   Untuk menuju ke Kawah Ratu diperlukan waktu sekitar 3-5 jam perjalanan dengan berjalan kaki. Ada  tiga jalur yang bisa dilalui untuk dapat mencapai kawasan Kawah Ratu. Dua jalur dapat ditempuh dari Kabupaten Bogor yang terletak di sebelah utara Gunung Salak, yaitu Pasir Reungit dan Bumi Perkemahan Gunung Bunder. Sedangkan jalur lainnya dapat ditempuh melalui Bumi Perkemahan Cangkuang, Cidahu, Kabupaten Sukabumi, di sebelah selatan Gunung Salak.

   Untuk masuk dari Kabupaten Bogor, Anda dapat manempuhnya dari Simpang Cibatok. Selanjutnya Anda dapat naik angkutan umum yang siap mengantar Anda sampai ke Pasir Reungit atau Gunung Bunder. Sedangkan, jika Anda ingin menuju Cidahu dengan kendaraan umum, Anda dapat berhenti di Simpang Cidahu. Dari sana Anda dapat naik angkutan umum sampai terminal, dan melanjutkan perjalanan ke Bumi Perkemahan Cangkuang dengan jasa ojek.

   Pada jalur pertama, melalui Pasir Reungit, jarak dan waktu tempuhnya tak seberat melalui Gunung Bunder atau Cidahu. Jarak antara Pasir Reungit-Kawah Ratu sekitar empat kilometer dan dapat ditempuh jalan kaki selama dua jam. Sementara, melalui jalur Gunung Bunder dan Cidahu, jarak yang harus ditempuh sejauh enam kilometer dengan waktu tempuh selama tiga jam jalan kaki. 

   Bila Anda adalah orang yang menyukai petualangan alam, jalur Cidahu mungkin adalah yang terbaik. Pasalnya, sambil naik-turun lembah, Anda dapat menikmati indahnya alam pegunungan di kawasan ini. Beberapa lintasannya bahkan akan memaksa Anda untuk menaiki akar-akar yang menjurai di jalan setapak yang lebarnya hanya semeter ini. Namun, dengan beratnya trek yang dilalui, ternyata tempat ini sangat memberikan keindahan suasana hutan Gunung Salak yang begitu indah.

   Di sini Anda akan banyak menemui aliran-aliran sungai yang terkadang airnya menggenangi trek yang Anda lalui. Kicau burung, denyit serangga, dan suara monyet hutan, masih kerap terdengar, bila Anda memilih jalur Cidahu ini. Sementara, jalur Gunung Bunder pada prinsipnya hampir sama dengan jalur yang dilalui melalui Pasir Reungit. Sebab pada kilometer ketiga dari Gunung Bunder, jalur ini akan bertemu di persimpangan jalur Pasir Reungit.

   Berhati-hatilah terhadap pacet. Sebab, seperti layaknya kawasan wisata alam Gunung Salak, kawasan Kawah Ratu ini juga menjadi tempat yang nyaman bagi kehidupan jenis lintah yang seringkali menempel ke bagian tubuh Anda ini. Jika tidak selalu rutin memeriksa tubuh, tak mustahil Anda bakal jadi sasaran pacet-pacet yang menempel dan menghisap darah. Untuk itu, ada baiknya Anda membawa tembakau untuk mengatasi serangan pacet ini.


1 komentar:

Terima Kasih atass Kunjungan anda di MawarKuning.com